MAKAH (Madrasah Tsanawiyah al Mubarokah) adalah lembaga pendidikan formal untuk anak usia 13 s/d 16 tahun atau yang telah lulus dari sekolah dasar. Dalam prosess pembelajarannya, MAKAH menggunakan kurikulum Departeman Agama dipadukan dengan sistem asuhan pesantren, sekolah alam, kelas lingkungan, dan pola belajar terbuka (madrasah open source/MOS).
Siswa MAKAH mengikuti program ‘Pelajar Pemantau Pemilu” sebagai bentuk tanggungjawab bermasyarakat dan bernegara
Putri MAKAH berbaris rapi dan bersih, siap mencerdaskan IndonesiaGlory Islamic, alumni MAKAH, sebagai Direktur Regional HSP-USAID East Java, memberi ucapan selamat kepada Bupati Pasuruan atas prestasinya dalam mengurangi angka kematian Ibu dan bayi di wilayah Pasuruan
Belajar Bersama Masyarakat (BBM), siswa MAKAH praktik hidup sesungguhnya
MAKAH memanfaatkan sumber belajar dari masyarakat dan lingkungan alam sebagai laboratorium sosial pembentuk karakter siswanya. Prestasi di MAKAH tidak melulu diukur dari catatan akademik dan atau kenaikan kelas semata. Tapi dilihat juga apakah sebagai seorang siswa, mereka bisa menjalankan peran intelektualnya sekaligus fungsi sosialnya sebagai manusia.
Selain ditempa teoritis keilmuannya, siswa MAKAH juga didoktrin tentang kewajiban menjalankan apa yang didapat di kelas sekolahnya. Di MAKAH, siswa betul-betul digodok agar menjadi manusia yang mengerti asal mula penciptaannya, tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan dan siapa penciptaNya.
Sejak dirintis tahun 1984, MAKAH telah sukses meluluskan alumni yang bekerja di berbagai sektor pengabdian masyarakat. Keunggulan versi MAKAH adalah keberhasilan menelurkan lulusan yang bekerja untuk kebersamaan, senantiasa melayani sesama, dan berwawasan hidup dunia akhirat. Untuk itulah sekolah ini menggunakan sesanti “Sekolah Bertaraf Dunia Akhirat”.