Alhamdulillahilladzi arsyala rasululahu bil Huda wadinil Haqq, liyudhirahu Alaa dini kullihi wa kafaa bilaahi SyahidaAsyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhdu Anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu.Allahumma sholli ‘alaa syayyidina Muhammad, wa’ala ahli Muhammad. Kamaa shollayta ‘alaa syayyidina Ibrahim wa ‘alaa ahli Ibrahim.Fa yaa ayyuhannas, ya ayyuhal hadirin, ittaqullaha haqqa tuqatihi walaa tamutunna illaa wa antum musliminWa qalallahu ta’ala file kitabil Karim a’udzubillahi minas syaithanirrajim bismillahirrahmanirrahimوَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَاَ لَا ۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰـكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَQS Al Baqarah 11-12Hadirin sidang jamaah Jum’at yang semoga di berkahi Allah SWT.Pertama mari kita panjatkan rasa syukur yang tak terhingga, karena apa, Allah lagi lagi masih memberikan kita kesehatan dan juga ke amanan keimanan, sehingga pada Jum’at kali ini kita bisa ikut hadir dalam sidang khutbah yang semoga di ridhoi Allah ini.Tak lupa sholawat serta salam tetap terlimpahkan dari Allah kepada nabiyullah Muhammad Saw, ahli keluarga, para sahabt, Mujahid Mujahidin , dan seluruh utusan Allah yang insyaallah masih membimbing kita pada jalan shiratal Mustaqim ini.Ma’asyiral muslimin rahimakumullahSesuai pada arahan pada khutbah yang lalu, agar kita selalu rutin dan aktif untuk mengecek eksistensi kadar ketaqwaan diri. Karena dengan taqwalah kita akan bisa mendapatkan KTP surga nanti.Hadirin sidang jamaah Jum’at yang semoga di mulyakan oleh AllahBanyak sudah yang terjadi d tahun ini meskipun secara perhitungan, baru menjadi awal dari tahun 2021, dimana tentunya dari lubuk hati kita ingin agar tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, situasinya, sosialisasi nya, ekonominya, aturannya, dsb. yang itu tahun lalu banyak sekali yang tidak cocok dengan hati kita dan mau tidak mau kita harus menjalaninya karena sudah menjadi aturan yang di tetapkan. menjelang tahun 2021 mungkin harapan yang tinggi sudah kita listkan dalam benak fikiran kita. Dan ternyata yang terjadi, situasi tak berubah bahkan makin menjadi parah, bencana dimana mana, cuaca tak ber aturan, ekonomi masyarakat hancur, bahkan tak jarang kejahatan di lakukan antar sesama demi mendapatkan sesuap nasi di karenakan banyak orang yang benar benar tidak punya uang untuk membeli makan.Ma’asyiral muslimin rahimakumullahTerkait dengan kejadiann yang sudah banyak terjadi di tahun ini, siapa yang layak untuk di salahkan? Dia ? atau mereka? Tidak dulur, yang sejatinya patut di salahkan atas penyebab itu semua adalah KITA, mengapa? karena kita dalang atas kerusakan yang sudah terjadi di muka bumi ini. Dalam hal kesalahan, jangan pernah melihat ke sebrang jalan untuk melihat siapa yang ada disana, tapi lihatlah ke depan cermin siapa yang ada disana? Sudah pasti itu adalah KITA, bukan orang lain. Demikian hal ny ketika ketika melihat bangsa ini, negara ini, atau bahkan dunia ini rusak, jangan selalu mengarahkan kesalahan kepada orang lain. Tapi lihatlah kepada diri sendiri, apa yang sudah saya perbuat sehingga hal ini terjadi.Hadirin sidang jamaah Jum’at yang semoga di berkahi AllahSemua kerusakan di muka bumi ini murni karena kesalahan kita, tapi mungkin kita bertanya tanya dalam hati “memang salah saya apa? Perasaan, saya banyak melakukan kebaikan seperti sholat, ngaji, sedekah dsb”. Inilah yang sering terjadi di diri kita dimana kita merasa sudah melakukan kebaikan tapi bisa jadi di mata Allah dan rasulnya kita termasuk golongan orang yang berbuat kerusakan. Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 11-12وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَاَ لَا ۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰـكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ”Dan apabila dikatakan kepada mereka, Janganlah berbuat kerusakan di bumi! Mereka menjawab, Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.””Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 11-12)Dari ayat tersebut perlunya kita banyak mengambil pelajaran bahwa apakah benar kita tidak melakukan kerusakan? Atau jangan jangan kita melakukan kerusakan tapi kita tidak menyadari. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullahKenapa khotib pada Jum’at kali ini membuka potensi bahwa bisa jadi kita yang sedang melakukan kerusakan. Karena, jika setiap orang ketika melihat kerusakan dan mengarahkan telunjuknya pada orang lain, percayalah kerusakan akan terus terjadi, d sebabkan tidak maunya saling introspeksi dan justru saling menyalahkan. Waktu tenaga fikiran kita habis terkuras hanya untuk menyoroti kesalahan orang lain. Waktu untuk memperbaiki dan berbenah diri? Tentu tidak sempat. Berbeda jika setiap orang atau setidaknya yang mendengar khutbah ini ketika ada kerusakan lalu kita lebih fokus introspeksi diri. Tentunya waktu tenaga fikiran kita akan terluangkan untuk memperbaiki diri dari kesalahan atau kerusakan yang sudah terjadi. Dengan begitu kita tidak saling menyalahkan, dan sibuk dengan perbaikan diri pribadinya masing masing.Hadirin sidang jamaah Jum’at yang semoga di rahmati AllahDari ayat muqadimah tadi sebenarnya juga menjadi kode peringatan bagi kita terutama diri Khotib bahwa jangan pernah merasa sudah benar, jangan pernah merasa sudah melakukan kebaikan, karena sejatinya seringkali kita tidak sadar akan kesalahan yang kita lakukan sedangkan Allah maha mengetahui yang sudah pasti akan sangat teliti dengan apa yang kita kerjakan, mulai dari kita menata niat sampai dengan ketiak kita melaksanakan Giat.Mungkin cukup itu khutbah awal pada khutbah kali ini.semoga bermanfaat bagi kita dan orang di sekitar kita. Wakurrabghfir warham wa anta arhamurrahimin.Alhamdulillahilladzi an’ama bini’matil imaan wal IhsanAsyhadu allaa Ilaha illallah wa asyhadu Anna Muhammadan’abduhu wa rasuluhuAllahumma sholli’alaa ‘alaa Muhammad kamaa shollayta ‘alaa Ibrahim, amma ba’dMa’asyiral Muslimin sidang jamaah Jum’at yang semoga di ridhoi oleh AllahPada khutbah kedua ini Khotib ingin menegaskan kembali dari khutbah awal akan pentingnya untuk menyadari kesalahan dan untuk tidak cenderung menyalahkan diri lain. Awali perubahan yang besar dari perbaikan kecil dari dalam diri pribadi, semakin kita saling menyalahkan semakin rusak juga situasi yang ada. Kita mungkin tidak bisa mengubah kerusakan yang besar ini dan sedang marak terjadi dimana mana, tapi setidaknya dengan kita berhenti untuk saling menyalahkan dan fokus terhadap perbaikan diri, kita sudah melakukan satu step untuk mencegah kerusakan yang terjadi di dalam diri kita. Jangan berputus asa untuk terus berusaha berubah, waktu terus berjalan ber iringan dengan ajal kita, kapan lagi kita hendak memperbaiki diri jika tidak sekarang? Selalu lah beranggapan bahwa bisa jadi 1jam kedepan adalah ajal saya, dengan begitu, kita akan benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus mentobati kesalahan dan memperbanyak melakukan kebajikan. Teruslah berbuat Baik, Jangan pernah menghitung kebaikan kita, karena, untuk menjadi diri yang lebih baik, perbanyaklah menghapus kesalahan, dan sudahi sering sering menghitung kebaikan. Mungkin cukup itu khutbah pada Jum’at kali ini semoga bisa menjadi nilai tambah bagi pola berfikir kita dalam menjadi diri yang lebih baikSemoga Allah selalu memberikan Rahmatnya pada kita dan menjauhkan kita dari golongan orang orang yang berbuat kerusakan. Dan mari berdo’a agar Allah mengampuni dosa dosa kita yang lalu, yang di sadari ataupun tidak d sadari.Allahumaaa………….

Related posts

Leave a Comment